Pantai Pulau Sawi Ketapang Kalimantan Barat
Selain
panorama alam yang indah, tempat ini juga merupakan tempat habitat
penyu. Aneka jenis penyu seperti penyu belimbing, penyu hijau, penyu
sisik dan totong banyak terdapat dikawasan ini. Pasir putih membentang,
air laut berwarna biru gemerlap. Sangat wajar bila kemudian Pulau ini
dijuluki Pulau Bidadari.
“Keindahan
pantainya yang jernih dengan pasir pantai yang putih bersih dan
hamparan batu karang membuat takjub pandangan mata seakan tak ingin
melepaskan pandangan, disamping itu kawasan ini juga kaya dengan
berbagai jenis ikan”. Aktivitas
kehidupan sehari-hari masyarakat di Pulau Sawi Kendawangan yang bekerja
sebagai nelayan, ternyata pulau tersebut juga menyimpan banyak pesona.
Dari
Sungai Tengar perjalanan dilanjutkan dengan kendaraan air atau motor
klotok milik nelayan menelusuri pantai Sungai Tengar. memakan waktu
Kurang lebih 1 jam perjalanan, tibalah di Pulau Sawi.Perjalanan di Pulau
Sawi sungguh sangat mengasyikan. Selain panorama alam yang indah,
tempat ini juga merupakan tempat habitat penyu. Aneka jenis penyu
seperti penyu belimbing (Dermochelys coriacea) atau di Inggris dikenal
dengan nama Leatherback Turtles, penyu hijau (Chelonia midas), penyu
sisik (Eretniochclys imhricata dan totong banyak terdapat dikawasan ini.
Pasir putih membentang, air laut berwarna biru gemerlap, dan pohon kelapa yang berbaris-baris. Sangat wajar bila kemudian Pulau ini dijuluki Pulau Bidadari.
Pasir putih membentang, air laut berwarna biru gemerlap, dan pohon kelapa yang berbaris-baris. Sangat wajar bila kemudian Pulau ini dijuluki Pulau Bidadari.
Pantai
berpasir putih dengan jernih birunya air laut menjadi pemandangan utama
objek wisata ini. Kekayaan biota laut yang terkandung di Pantai Pulau
Sawi menjadi nilai tambah daya tarik wisatawan. Dengan alamnya yang
masih asri dan jauh dari polusi serta daya dukung alam tersebut diatas,
membuat pantai yang masih jarang diketahui keberadaannya ini menyandang
gelar “Pantai Bidadari”. Pengunjung yang datang di kawasan inipun bebas
biaya, artinya tidak ada tiket masuk objek wisata ini. Jika ada
pengunjung yang hendak bermalam atau menginap, dapat menggunakan rumah
singgah atau home stay yang ada di perkampungan setempat. Namun
sayangnya di kawasan objek wisata ini belum terdapat akomodasi dan
fasilitas yang memadai, terbukti dengan ketiadaan akses penyeberangan
dan hotel yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun pihak swasta di
kawasan wisata ini.
Tempoyak Durian Pontianak Kalimantan Barat
Tempoyak adalah masakan yang berasal
dari buah durian yang difermentasi. Tempoyak merupakan makanan yang
biasanya dikonsumsi sebagai lauk saat menyantap nasi. Tempoyak juga
dapat dimakan langsung, namun hal ini jarang sekali dilakukan karena
banyak yang tidak tahan dengan keasaman dan aroma dari tempoyak itu
sendiri. Selain itu, tempoyak dijadikan bumbu masakan.
Tempoyak
diriwayatkan dalam Hikayat Abdullah sebagai makanan sehari-hari
penduduk Terengganu. Ketika Abdullah bin Abdulkadir Munsyi berkunjung ke
Terengganu sekitar tahun 1836, ia mengatakan bahwa salah satu makanan
kegemaran penduduk setempat adalah tempoyak. Berdasarkan sejarah yang
ada dalam Hikayat Abdullah, tempoyak merupakan makanan khas rumpun
bangsa Melayu, yaitu suku bangsa Melayu di Malaysia dan Indonesia yang
terdapat di Sumatera dan Kalimantan.
Citarasa dari Tempoyak adalah asam,
karena terjadinya proses fermentasi pada daging buah durian yang menjadi
bahan bakunya. Tempoyak dikenal di Indonesia, terutama di Palembang,
Lampung dan Kalimantan. Selain itu, makanan ini juga terkenal di
Malaysia. Di Palembang, tempoyak dimasak dengan campuran daging ayam. Di
Lampung, tempoyak menjadi bahan dalam hidangan seruit atau campuran
untuk sambal.
Kaya
akan budaya, masyarakat Indonesia memiliki ciri khas yang sungguh unik.
Kemewahan alam yang subur, begitu nikmat untuk disajikan. Seperti
halnya dengan buah satu ini, durian sang raja buah. Bukan hanya sekedar
santapan buah yang langsung bisa dinikmati, namun dapat pula diolah
menjadi berbagai makanan lezat tanpa menghilangkan rasa dan aroma khas yang dimiliki. Masyarakat Melayu
di wilayah Sumatra dan Kalimantan, durian biasa diolah menjadi hidangan
pendamping nasi, yang biasa disebut dengan tempoyak.
Tempoyak
merupakan kuliner yang terbuat dari hasil fermentasi daging durian.Agar
menghasilkan rasa asam dan aroma yang sangat lezat, proses fermentasi
dilakukan selama tiga hingga enam hari. Akan lebih lezat lagi jika bahan
dasar yang digunakan adalah bahan daging durian lokal yang bermutu baik
dan manis.
Karena
rasanya khas nan lezat membuat tempoyak dapat dijadikan makanan utama.
Sebagian besar masyarakat Melayu menjadikan hidangan ini sebagai
hidangan yang wajib ada di setiap menu sehari-hari. Selain menjadi menu
utama, tempoyak juga dapat dijadikan sebagai menu tambahan dalam olahan
yang dapat dipadupadankan dengan daging ataupun ikan. Bukan hanya dapat
dimakan setelah menjadi olahan matang, tempoyak mentah juga terasa lezat
disantap dengan dicampur gula pasir dan irisan cabe rawit.
Masyarakat Melayu memiliki olahan tempoyak yang sangat melimpah saat musim durian datang. Mereka
bisa membuat tempoyak dalam jumlah banyak, yang disimpan dalam tempat
tertutup agar tidak ada zat yang masuk kedalamnya. Hasil fermentasi yang
dilakukan secara benar akan membuat tempoyak dapat bertahan lama,
bahkan hingga satu tahun.
Selain
nikmat, tempoyak juga memiliki kandungan gizi yang cukup banyak,
seperti air, karbohidrat, lemak, protein, serta, energy, vitamin B1,
vitamin B2, vitamin C, kalium, kalsium, dan fosfor.
RESEP TEMPOYAK/ TEMPUYAK
Tempoyak nan lezat dan aromanya yang khas hanya menjadi hidangan khas di beberapa daerah terutama daerah yang subur penghasil durian (duren). Tempoyak merupakan hasil fermentasi dari buah durian yang sudah matang. Penyajiannya dapat diolah menjadi bumbu atau tambahan bahan masakan atau dibuat sambal.
Tempoyak nan lezat dan aromanya yang khas hanya menjadi hidangan khas di beberapa daerah terutama daerah yang subur penghasil durian (duren). Tempoyak merupakan hasil fermentasi dari buah durian yang sudah matang. Penyajiannya dapat diolah menjadi bumbu atau tambahan bahan masakan atau dibuat sambal.
RESEP SAMBAL TEMPOYAK ENAK
Bahan dan Bumbu dihaluskan :
Bahan dan Bumbu dihaluskan :
- 4 butir bawang merah
- 2 siung bawang putih
- tempoyak durian secukupnya
- 3 buah cabe merah besar
- cabe rawit,sesuai selera
- gula pasir secukupnya
- minyak goreng secukupnya
CARA MEMBUAT SAMBAL TEMPOYAK ENAK :
- Tumis bumbu halus sampai harum.
- Tambahkan Tempoyak (seperlunya) tambahkan sedikit gula sebagai pengganti penyedap rasa.
- Tumis sebentar (sekitar 2-3 menit). Angkat, sajikan selagi hangat dengan nasi putih.
Wisata Alam Pulau Randayan Kalimantan Barat
Pulau Randayan merupakan salah satu
pulau di kepulauan Lemukutan Besar yang terletak Laut Cina Selatan dan
bagian timur pulau Kalimantan. Pulau ini menjadi salah satu destinasi
wisata populer di Kalimantan Barat yang menawarkan keindahan alam dan
kehidupan bawah laut yang masih alami.
Di dasar laut Pulau Randayan, terdapat
banyak misteri kehidupan. Dari perilaku hidup terumbu-terumbu karang,
hingga kisah-kisah makhluk hidup lainnya. Mereka tumbuh dan berkembang
biak secara alami dalam sebuah mata rantai kehidupan yang laut yang
unik. kondisi geografis pulau ini sangat layak dikunjungi. Letaknya
sangat strategis dan aman serbuan ombak besar Laut Natuna. Berdasarkan
catatan yang ada, Pulau Randayan memiliki karang hidup sekitar 4,50
hektar, karang mati 3,69 hektar, lamun 0,63 hektar, dan pasir seluas
4,77 hektar. Kondisi itu sangat memungkinkan bagi siapa pun yang
memiliki hobi menyelam untuk mengeksplorasi keindahan alam bawah airnya
Pantai dengan pasir putih yang luas dan
pohon-pohon nyiur, menjadi pemandangan khas pantai. Keistimewaan air
yang jernih dan tidak terlalu dalam, memudahkan kita menyaksikan
warna-warni flora dan fauna bawah laut Pulau Randayan. Dengan hanya
menggunakan kacamata dan keberanian untuk menyelam, keindahan bawah
lautnya membuat terpana dan takjub.
Salah satunya adalah di Kalimantan.
Kalimantan Barat mempunyai bermacam pantai cantik yang akan membuat Anda
betah berlama-lama menikmati pesonanya. Salah satunya adalah di kawasan
Kepulauan Lemukutan Besar. Di sini, singgahlah ke Pulau Randayan. Untuk
mencapainya sebenarnya cukup sulit, akan tetapi tidak apa-apa karena
nanti rasa lelah Anda akan terbayarkan.
Pertama-tama Anda harus menuju kota
Pontianak terlebih dulu. Kemudian Anda harus menuju Teluk Suak. Dari
Teluk Suak, Anda harus menyeberang satu kali lagi untuk mencapai pulau.
Waktu perjalanan sekitar 3 jam, akan tetapi Anda tidak akan bosan karena
pemandangan selama perjalanan sangat indah. Sesampainya di Pulau
Randayan, ada baiknya untuk bersiap-siap karena Anda pasti akan terkejut
dengan panoramanya. Airnya sangat jernih dan pemandangan bawah lautnya
sangat indah. Anda pasti akan sangat ingin bersnorkling di sini.
Pasirnya pun putih bersih, dibingkai oleh jajaran pohon kelapa yang
seolah-olah melambai menyambut kedatangan Anda.
Fasilitas untuk wisatawan tergolong
lengkap. Di sana Anda dapat menyewa perlengkapan untuk diving dan
snorkeling. Bagi Anda yang hobi memancing, pulau ini juga menawarkan
yang bagus untuk memancing. Ikan yang Anda tangkap bisa dimasak atau
dipanggang sendiri.
Sinka Zoo Singkawang Kalimantan Barat
Sinka Island Park adalah
salah satu obyek wisata yang berada di Jalan Malindo Teluk Karang,
Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota
Singkawang, Kalimantan Barat yang jaraknya hanya sekitar 8 km dari Kota
Singkawang. Obyek wisata ini terletak di teluk Ma’jantuh atau teluk
Karang. Lokasi ini dapat ditempuh dengan perjalanan sekitar 3 jam
dari Kota Pontianakdan sekitar 30 menit dari Kota Singkawang. Sinka
Island Park adalah perpaduan antara wisata alam dan wisata modern.
Sinka Island Park
merupakan sebuah kawasan wisata yang sengaja dibangun sebagai sarana
hiburan bagi masyarakatKalimantan Barat, khususnya untuk
warga Singkawang. Sinka Island Park didirikan oleh PT. Sinka Island Park yang
pada waktu itu dipimpin oleh Bapak Antoni Suwandi, S.H. yang selesai
dibangun pada bulan April 2007. Sinka Island Park juga telah
mendapatkan izin LK (Lembaga Konservasi) pada tanggal 17 Desember 2007
(SK.441/Menhut-II/2007).
Tempat wisata ini
memiliki keindahan pantai yang masih alami. Pengunjung dapat menikmati
pemandangan pantai dengan menaiki delman atau kuda yang dapat disewa di
obyek wisata ini. Di kawasan wisata ini juga terdapat beberapa fasilitas
pendukung lain, seperti kolam renang, dan beberapa kios minuman dan
makanan yang menyediakan berbagai macam sajian kuliner yang lezat.
Taman Wisata Kebun Binatang Sinka zoo
Singkawang Adalah salah satu wisata Kebun Binatang di Kota Singkawang
dan di Kalimantan barat yang memiliki berbagai fasilitas seperti :
- Aneka Satwa-Binatang
- Gazebo
- Restoran & Cafe
- Pemandangan Alam dan Pepohonan yang asri DLL.
Alamat : Wisata Taman Wisata Kebun
Binatang Sinka zoo Singkawang terletak di komplek wisata Pasir Panjang
Kelurahan Sedau Singkawang selatan, Kalimantan Barat.
Koleksi satwa di Sinka
Zoo ini tergolong cukup lengkap. Pengunjung dapat melihat hewan–hewan
secara lebih dekat. Pengunjung dapat memberi makan ke beberapa hewan,
misalnya kerbau albino dan rusa. Selain itu, pengunjung di sini juga
dapat berfoto dan memegang langsung ular sanca yang habitat aslinya
dari Brasil.
Sinka Island Park telah
mengkoleksi beberapa jenis satwa dan hal ini masih akan berkembang
sebagaimana telah diprogramkan. Total keseluruhan koleksi satwa yang
terdapat di Sinka Zoo ini berjumlah sekitar 275 ekor yang terdiri
dari aves sebanyak 137 ekor, mamalia sebanyak 117 ekor,
dan reptil sebanyak 30 ekor (data bulan Desember 2008).
Satwa lain yang hidup di
sini adalah harimau, gajah, singa, jerapah, siamang, beruang
madu, burung kakatua, burung merak, ular, kera, orangutan, burung kasuari, buaya muara, buaya senyulong, julang emas, kangkareng hitam, bermacam-macam elang (seperti burung elang laut) dan
cangak, dan masih banyak lagi. Satwa-satwa yang ada di Sinka Island
Park ini ada yang berasal dari sumbangan dan juga hasil tukar menukar
dengan lembaga konservasi anggota PKBSI.
Sinka Zoo merupakan salah satu area yang paling populer di Sinka Island Park. Sinka Zoo adalah sebuah kebun binatang dengan
topografi yang berbukit–bukit. Area Sinka Zoo berada di bagian selatan
Sinka Island Park, yaitu sekitar 500 meter setelah memasuki ke dalam
kawasan Sinka Island Park. Konsep pada Sinka Zoo hampir sama dengan di Taman Safari.
Di Sinka Zoo, pengunjung dapat berkeliling di kebun binatang ini dengan
menaiki mobil. Selain itu, pengunjung juga diperbolehkan untuk turun
dari mobil jika ingin berfoto-foto dengan hewan-hewan. Untuk masuk ke
dalam Sinka Zoo ini, pengunjung akan dikenai tiket masuk dengan harga
Rp.10.000 per orang.
. Taman Nasional Gunung Palung Kalimantan Barat
Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) adalah sebuah taman nasional yang terletak di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sekitar 30 menit penerbangan dari Pontianak. Luas taman nasional ini adalah 90.000 hektar, yang terbentang di Kecamatan Matan Hilir Utara, Sukadana, Simpang Hilir, Nanga Tayap, dan Sandai.
Balai
Taman Nasional Gunung Palung ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan
Menteri Kehutanan Nomor : 6186/Kpts-II/2002 tanggal 10 Juni 2002 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Balai Taman Nasional yang berkedudukan di
Kabupaten Ketapang , Popinsi Kalimantan Barat. Kawasan Taman Nasional
Gunung Palung secara historis ditunjuk sebagai kawasan suaka alam
melalui Staat Blaat No.4/13IB/1937 tanggal 29 April 1937 dengan luas
30.000 Ha. Kemudian, melalui SK Menteri Pertanian No : 101 A/Kpts
/VIII/12/1981 tanggal 10 Desember 1981 luas kawasan Taman Nasional
Gunung Palung berubah menjadi 90.000 Ha dengan menunjuk kelompok hutan
(kawasan perluasan) yaitu gunung Kepayang, gunung Seberuang, Sei
Lekahan, Labuhan Batu dan sekitarnya dengan status kawasan berubah
menjadi Suaka Margasatwa Gunung Palung. Pada acara Pekan Konservasi Alam
Nasional III di Bali tanggal 24 Maret 1990 kawasan ini dideklarasikan
sebagai Taman Nasional dengan luas 90.000 ha melalui pernyataan Menteri
Kehutanan Nomor : 448/Menhut-VI/1990 tanggal 6 Maret 1990.
TNGP mempunyai ekosistem yang dikatakan sebagai yang terlengkap di antara taman-taman nasional di Indonesia. Di kawasannya terdapat Gunung Palung yang mempunyai ketinggian 1.116 meter. Selain itu, TNGP juga adalah habitat bagi sekira 2.200 ekor orangutan. Bekantan adalah mamalia dengan jumlah terbesar di TNGP.
Taman Nasional Gunung Palung merupakan
salah satu kawasan pelestarian alam yang memiliki keaneka-ragaman hayati
bernilai tinggi, dan berbagai tipe ekosistem antara lain hutan
mangrove, hutan rawa, rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan pamah
tropika, dan hutan pegunungan yang selalu ditutupi kabut.
Taman nasional ini merupakan
satu-satunya kawasan hutan tropika Dipterocarpus yang terbaik dan
terluas di Kalimantan. Sekitar 65 persen kawasan, masih berupa hutan
primer yang tidak terganggu aktivitas manusia dan memiliki banyak
komunitas tumbuhan dan satwa liar.
Seperti daerah Kalimantan Barat lain,
umumnya kawasan ini ditumbuhi oleh jelutung (Dyera costulata), ramin
(Gonystylus bancanus), damar (Agathis borneensis), pulai (Alstonia
scholaris), rengas (Gluta renghas), kayu ulin (Eusideroxylon zwageri),
Bruguiera sp., Lumnitzera sp., Rhizophora sp., Sonneratia sp., ara si
pencekik, dan tumbuhan obat.
Tumbuhan yang tergolong unik di taman
nasional ini adalah anggrek hitam (Coelogyne pandurata), yang mudah
dilihat di Sungai Matan terutama pada bulan Februari-April. Daya tarik
anggrek hitam terlihat pada bentuk bunga yang bertanda dengan warna
hijau dengan kombinasi bercak hitam pada bagian tengah bunga, dan lama
mekar antara 5-6 hari.
Tercatat ada 190 jenis burung dan 35
jenis mamalia yang berperan sebagai pemencar biji tumbuhan di hutan.
Semua keluarga burung dan kemungkinan besar dari seluruh jenis burung
yang ada di Kalimantan, terdapat di dalam hutan taman nasional ini.
Satwa yang sering terlihat di Taman
Nasional Gunung Palung yaitu bekantan (Nasalis larvatus), orangutan
(Pongo satyrus), bajing tanah bergaris empat (Lariscus hosei), kijang
(Muntiacus muntjak pleiharicus), beruang madu (Helarctos malayanus
euryspilus), beruk (Macaca nemestrina nemestrina), klampiau (Hylobates
muelleri), kukang (Nyticebus coucang borneanus), rangkong badak (Buceros
rhinoceros borneoensis), kancil (Tragulus napu borneanus), ayam hutan
(Gallus gallus), enggang gading (Rhinoplax vigil), buaya siam
(Crocodylus siamensis), kura-kura gading (Orlitia borneensis), dan penyu
tempayan (Caretta caretta). Tidak kalah menariknya keberadaan tupai
kenari (Rheithrosciurus macrotis) yang sangat langka, dan sulit untuk
dilihat.
Rumah Adat Melayu Pontianak Kalimantan Barat
Arsitektur Melayu yang ada di
Kalimantan Barat memiliki beragam keunikan dan kekhasan yang masih terus
harus di gali kekayaannya sebagai bukti keberagaman budaya bangsa,
khususnya Melayu. Hampir semua rumah Melayu yang tersebar di Asia
tenggara memiliki banyak persamaan dan perbedaan. Keberagaman dan
perbedaan tersebut justru membawa keunikan dan membawa ciri khas masing
masing daerah mengenai keberagaman masyarakat Melayu. Melayu Kalimantan
Barat juga kaya akan keberagaman tersebut. Dalam tulisan ini, penulis
ingin mengangkat rumah Melayu dari sudut pandang bentuk, susunan, dan
pola ruang rumah Melayu yang ada di Kalimantan Barat sebagai bagian dari
penambahan khasanah budaya Melayu.
Dari masa ke masa terlihat bahwa semakin
lama manusia semakin memerlukan identitas. Identitas ini ditujukan bagi
dirinya maupun benda-benda yang ada di sekelilingnya. Di bidang
arsitektur, manusia menciptakan berbagai bentuk, simbol serta
konsep-sonsep bangunan yang beragam yang antara lain adalah untuk
memenuhi kebutuhan akan identitas tadi. Mengenai identitas arsitektur,
sebenarnya masih merupakan Polemik yang tak kunjung habisnya. Mungkin
dalam pencarian identitas tersebut memang tidak akan pernah dicapai kata
akhir dikarenakan sifat dari arsitektur (kebudayaan) itu sendiri yang
selalu berubah dan berkembang. Di Indonesia, jati diri arsitektur masih
dalam tahap penelitian dan merupakan hal yang sering dipermasalahkan.
Demikian pula jati diri arsitektur di daerah-daerah, masih perlu
dipertanyakan. Tidaklah mudah mengemukakan suatu jawaban mengenai bentuk
arsitektur yang berciri khas. Tetapi paling tidak diperlukan
upaya-upaya menggali dan mengkaji konsep-konsep dan proses merancang
yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan karya arsitektur yang secara
utuh memiliki ciri sebagai karya arsitektur Indonesia atau pun
arsitektur daerah. Merancang suatu bangunan yang dikehendaki dapat
mewakili bentuk atau ciri daerah, misalnya pada gedung pemerintah,
haruslah memandang budaya (adat) dan arsitektur setempat. Ini dapat
dicapai dengan menggali sebanyak mungkin unsur-unsur yang membentuk ciri
daerah tersebut.
Rumah Adat Melayu Kalimantan Barat
(Kalbar) ini terletak Komplek Perkampungan Budaya, Jalan Sutan Syahrir
Kota Pontianak. Secara historis, pembangunan Rumah Adat Melayu ini
dimulai dengan penancapan tiang pertama pada tanggal 17 Mei 2003 hingga
selesai dibangun pada tahun 2005. Selanjutnya, pada tanggal 9 November
2005 Rumah Adat Melayu Kalbar diresmikan oleh Wakil Presiden RI Jusuf
Kalla. Sejak diresmikan, bangunan berdiri diatas lahan seluas 1,4 Hektar
ini menjadi pusat/tempat diselenggarakannya berbagai kegiatan, resepsi
pernikahan maupun salah satu destinasi kunjungan wisatawan lokal maupun
mancanegara. Hakikat rumah/ruang balai adalah tempat melakukan kegiatan
bermasyarakat dan kegiatan sosial, termasuk tempat mengadakan musyawarah
dan sebagainya.
Bangunan
Rumah Adat Melayu ini berdiri diatas lahan seluas 1,4 hektar. Bangunan
ini terdiri dari Balai Kerja yang berfungsi sebagai Seketariat Pertemuan
Balai Rakyat, taman bermain, kios penjualan, Balai Pustaka yang
berfungsi sebagai tempat kajian budaya dan perpustakaan. Balai Budaya
yaitu ruang pertemuan sanggar tertutup dan ruang pengelola, Panggung
Terbuka yang berfungsi sebagai ruang persidangan dan gudang, serta
Pesanggarahan yang terdiri dari penginapan, pertemuan, klinik kesehatan
dan tempat pelatihan.
Seni arsitektur dari bangunan rumah adat
melayu Kalbar ini dengan atapnya yang diduga mendapat pengaruh dari
bentuk atap bangunan jawa. Model atap segitiga dengan tinggi 30 derajat
yang berfungsi agar udara panas tidak terperangkap dalam ruangan rumah
tersebut. Sementara itu terdapat kolong tinggi dibagian bawah rumah yang
digunakan untuk tempat memarkir kendaraan.